|
tak tahu bagaimana
denganmu,
tapi kini,
di sini,
kuberkata,
aku sayang kamu,
aku ingat kamu,
aku masih sayang,
dan selalu sayang kamu,
di manapun kamu,
bagaimanapun kamu,
jangankan kamu,
aku sendiripun heran,
tapi itulah yang kurasa,
tak sedikitpun marah,
tak sedikitpun benci,
tak sedikitpun dendam,
tak tahu bagaimana denganmu,
tapi aku,
di sini,
masih sayang,
dan tetap akan sayang,
kamu.
Jakarta,
25 Agustus 2000, 04:30 pagi,
saat sayang itu masih dan tetap akan ada, betapapun luka dan sakit yang
telah kau beri padaku, tapi hati ini tetap seperti yang dulu, tak ada
marah dan benci, hanya sayang dan rindu padamu dan pada saat-saat kita
bersama saling mencinta, tiada duka hanya ada bahagia.
Andy
Kekes |